Desainer Cilik Kelas Dunia

Kekurangan bukanlah hambatan untuk maju. Itulah yang terjadi pada Rafi­ Abdurrahman Ridwan (12), penyandang tunarungu yang hasil karyanya diakui dunia. Bahkan, sebagian besar kliennya berasal dari mancanegara, salah satunya acara “American Next Top Models”. Berikut penuturan Shinta Ayu H, ibunda Rafi­ mengenai anak pertamanya itu.

Sejak Kecil Senang Fesyen

“Meski Rafi­ menyandang tunarungu, saya memperlakukannya biasa seperti pada anak normal. Saat usianya 2 tahun, mungkin karena dia punya koleksi ikan yang banyak sekali, dia suka menggambar ikan. Di usia 3 tahun, dia melihat sebuah film Little Mermaid, saat itu dia terlihat kaget, dia baru tahu ternyata ikan itu mempunyai kehidupan di bawah laut. Nah, mulai saat itu gambarnya berubah ikan dan kehidupannya. Masuk 4 tahun, dia mulai kiritis. Dia bertanya, kenapa ikan dalam ­film yang disukainya itu tidak mengenakan baju?

Saya jelaskan bahwa ­film tersebut adalah dongeng. Saat itu dia belum memahaminya, tapi saya tidak ingin mematahkannya. Saya bilang padanya, jika ingin membuatkannya baju tidak mengapa. Lalu, dia membuat gambar si ikan tersebut mengenakan vest. Saat itu saya belum bisa menangkap apa yang diminati Rafi­ . Hingga saya melihat, setiap kali menggambar, dia senangnya menggambar baju. Juga saat diajak ke toko buku, dia senangnya di lorong buku fesyen, juga buku mengenai menggambar. Selain itu, dia lebih senang membeli alat gambar daripada mainan.

Kejadian 10 tahun lalu itu tentu membuat banyak orang bertanya-tanya. Kenapa anak laki-laki diajarkan menggambar baju, hal-hal yang berkenaan dengan fesyen, suka menonton acara fesyen, seperti acara ‘America Next TOP Models’ di teve. Tapi saya yakin, hal itu baik baginya, selama dia suka dan bahagia melakukan hal tersebut.

Anak kecil melakukan sesuatu hal itu kan, karena dia ingin tahu dan ekplorasi, tidak lebih dari itu. Alasan lainnya, saya tidak mau mengotak-ngotakkan Rafi­ bahwa laki-laki tidak boleh main ini, laki-laki tidak baik main itu. Saya sadar betul, hidup Rafi­ sudah terkotak dengan keterbatasannya sebagai anak tunarungu, masa untuk urusan mainan, saya harus mengotakngotakkannya lagi?”

Untuk masalah anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing bisa mengikuti kursus belajar bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik sehingga dapat mahir dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *